• Jl. Merdeka No.147, Bogor 16111
  • (0251) 8331718
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Jurnal
    • Warta
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
660 dilihat       05 November 2025

SUMATERA UTARA GENJOT PERCEPATAN TANAM! TARGET 85 RIBU HEKTARE LTT PADA NOVEMBER 2025

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan dan Peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Ruang Rapat Dinas Pertanian Provinsi, Selasa (4/11). Rapat ini menjadi ajang konsolidasi seluruh pemangku kepentingan pertanian dalam upaya mengejar target tanam padi di musim rendeng 2025/2026.


Rakor dipimpin oleh Plh. Kabid Tanaman Pangan, Mugiono, dan dihadiri oleh Kepala BRMP Tanaman Pangan Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA selaku Penanggung Jawab Provinsi Sumatera Utara, Tenaga Ahli Menteri Peningkatan Produksi Pertanian Prof. Hasil Sembiring, serta Kepala Dinas Pertanian kabupaten/kota se-Sumatera Utara.


Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, H. Timur Tumanggor, S.Sos, M.AP, menekankan bahwa percepatan tanam merupakan langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Kegiatan tanam harus kita pacu bersama, terutama karena November ini menjadi awal musim tanam yang sangat menentukan,” ujarnya.
H. Timur Tumanggor menjelaskan, sejumlah daerah telah menunjukkan progres yang baik, namun beberapa wilayah seperti Samosir dan Toba masih terkendala rendahnya curah hujan. Di sisi lain, beberapa daerah juga mengalami kerusakan jaringan irigasi yang berpotensi menghambat realisasi tanam.


Untuk mengatasi hal tersebut, ia meminta seluruh dinas kabupaten/kota segera menyiapkan langkah strategis, antara lain: mempercepat penetapan lokasi tanam, memaksimalkan pompanisasi di daerah defisit air, mempercepat distribusi benih dan pupuk, serta memperkuat posko pelaporan LTT.


“Pelaporan harian harus berjalan baik, karena data ini menjadi dasar pengambilan keputusan dan sinkronisasi pusat-daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Hasil Sembiring mengungkapkan bahwa capaian produksi beras nasional tahun ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.


“Capaian luar biasa ini hasil kerja keras semua pihak. Kita harus pertahankan dan tingkatkan lagi tahun depan,” katanya.
Ia menambahkan, indeks pertanaman (IP) yang masih rendah perlu menjadi perhatian daerah.


“Evaluasi kendala irigasi, komunikasikan dengan BBWS. Semua sumber daya harus dimobilisasi untuk memperkuat produksi tahun 2026,” pesannya.


Dari sisi capaian, Kepala BRMP Tanaman Pangan menyampaikan bahwa realisasi LTT Sumatera Utara hingga akhir Oktober telah mencapai 87,4 persen atau 72.432 hektare dari target nasional 82 ribu hektare. “Capaian ini meningkat setelah dilakukan sinkronisasi data yang sempat tertunda pelaporannya,” ungkapnya.

Target LTT bulan November ditetapkan sebesar 85.694 hektare, yang terdiri atas program reguler, OPLAH, dan padi gogo. Dengan adanya penurunan harga pupuk sekitar 20 persen, petani diharapkan dapat menikmati peningkatan pendapatan hingga Rp700 ribu per hektare.
Dalam forum tersebut, Mugiono juga merinci perkembangan tiap kabupaten/kota. Dari total target provinsi sebesar 82.261 hektare, realisasi hingga 3 November baru mencapai sekitar 3.993 hektare. Sejumlah daerah masih menghadapi kendala cuaca dan perbaikan irigasi, sementara sebagian lainnya mengalami keterlambatan pelaporan harian.


Perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) turut memaparkan bahwa beberapa proyek perbaikan irigasi masih terkendala pembebasan lahan, seperti di Daerah Irigasi Wangku, dan mendorong daerah untuk mengusulkan perbaikan melalui sistem SiPuri.
“Sumatera Utara siap mendukung percepatan tanam nasional. Dengan sinergi yang kuat, kita optimis target LTT November dapat tercapai,” tutup Mugiono.

Prev Next

- ADMIN


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Tanaman Pangan Perkuat Kolaborasi Modernisasi Pertanian pada Seminar Nasional SINERGI 2026
    27 Okt 2026 - By Rudi Rahmawan
  • Thumb
    IRRI, BRMP dan IPB Perkuat Penguasaan Genome Editing untuk Percepatan Perakitan Varietas Unggul
    27 Okt 2026 - By ADMIN
  • Thumb
    Keterbukaan Informasi Publik: BRMP Tanaman Pangan Informatif, Melayani, dan Memberi Manfaat
    27 Okt 2026 - By ADMIN
  • Thumb
    Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan
    21 Okt 2026 - By ADMIN
  • Thumb
    Wamentan Alim Siap Dukung Mentan Amran Percepat Transformasi Pertanian Modern
    20 Okt 2026 - By ADMIN

tags

BRMP Kementerian Pertanian LTT Sumatera Utara

Kontak

(0251) 8331718
(0251) 8312755
[email protected]

Jl. Merdeka No. 147
Kel. Menteng, Kec. Bogor Barat,
Kota Bogor, Jawa Barat - Indonesia 16111
www.tanamanpangan.brmp.pertanian.go.id

© 2024 - 2026 Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan. All Right Reserved